|
ABG Toket Gede - 2 |
Bosan dengan posisi ini, aku kembali duduk di kursi. Novi lalu duduk
membelakangiku dan mengarahkan penisku ke dalam vaginanya. Kusibakkan
rambutnya yang panjang indah itu dan kuciumi lehernya yang putih mulus.
Sementara itu tubuh Novi bergerak naik turun menikmati kejantananku.
Tanganku tak ketinggalan sibuk meremas payudaranya.
"Ahh.. Ahh.. Ahh.." erang Novi seirama dengan goyangan badannya di atas
tubuhku. Terkadang erangan itu terhenti saat kusodorkan jemariku untuk
dihisapnya.
Beberapa saat kemudian, kuhentikan goyangan badannya dan kucondongkan
tubuhnya agak ke belakang, sehingga aku dapat menghisapi payudaranya.
Memang enak sekali menikmati payudara kenyal gadis cantik ini. Dengan
gemas kulahap bukit kembarnya dan sesekali kujilati puting payudara yang
berwarna merah muda. Erangan Novi semakin keras terdengar, membuat aku
menjadi semakin bergairah. Setelah selesai aku menikmati payudara
ranumnya, kembali tubuh belia Novi mencari pelepasan gairah mudanya
dengan memompa penisku naik turun dengan liar. Tak kusangka seorang
gadis SMA dapat begini binal dalam bermain seks.
Cukup lama aku menikmati persetubuhan dengan gadis cantik ini di atas
kursi. Lalu kuminta dia berdiri, dan kembali kami berciuman. Kubuka baju
seragam sekolah berikut BH-nya sehingga sekarang kami berdua telah
telanjang bulat. Kembali dengan gemas kuremas dan kuhisap payudara gadis
17 tahunan itu. Aku ingin segera menuntaskan permainan ini. Lalu
kutuntun dia untuk merebahkan diri di atas ranjang. Aku pun kemudian
mengarahkan penisku kembali ke dalam vaginanya.
"Ahh.." erang Novi kembali ketika penisku kembali menyesaki liang
kewanitaannya.
Langsung kupompa dengan ganas tubuh anak sekolah ini. Erangan nikmat
kami berdua memenuhi ruangan itu, ditambah dengan bunyi derit ranjang
menambah panas suasana. Kulihat Novi yang cantik menggelengkan kepalanya
ke kanan dan ke kiri menahan nikmat. Tangannya meremas-remas sprei
ranjang.
"Mas.. Novi hampir sampai Mas.. Terus.. Ahh.. Ahh" jeritnya sambil
tubuhnya mengejang dalam dekapanku.
Tampak dia telah mencapai orgasmenya. Kuhentikan pompaanku, dan tubuhnya
pun kemudian lunglai di atas ranjang. Kuperhatikan butir keringat
mengalir di wajahnya nan ayu. Payudaranya naik turun seirama dengan
helaan nafasnya. Payudara belia yang indah, besar, kenyal, dan padat.
Mulutku pun dengan gemas kembali menikmati payudara itu dengan bernafsu.
Setelah itu, kucabut penisku dan kembali kujepitkan di payudaranya. Kali
ini aku yang menjepitkan daging payudaranya pada penisku. Novi masih
tampak terkulai lemas. Lalu kupompa kembali penisku dalam belahan
payudara gadis ini. Jepitan daging kenyal itu membuatku tak dapat
bertahan begitu lama. Tak lama aku pun menyemburkan spermaku di atas
payudara gadis SMA yang seksi ini.
*****
Kami akhirnya menginap di motel tersebut. Selama di sana, aku sangat
puas menikmati tubuh sintal Novi. Berulang kali aku menyetubuhinya, baik
di atas ranjang, di meja rias, di kursi, ataupun di kamar mandi sambil
berendam di bathtub. Sebenarnya ingin aku menginap lebih lama lagi,
tetapi hari Senin itu aku harus menemui klienku di pagi hari, sementara
ada bahan yang masih perlu dipersiapkan.
Hari Minggu malam, kami pun kembali ke Bogor. Kali ini ganti Andi yang
menyetir mobilku. Lisa duduk di kursi penumpang di depan, sedangkan Novi
dan aku duduk di belakang. Dalam perjalanan, melihat Novi yang cantik
duduk di sebelahku, dengan rok mini yang memamerkan paha mulusnya,
membuatku kembali bergairah. Akupun mulai menciuminya sambil tanganku
mengusap-usap pahanya. Kusibakkan celana dalamnya, dan kumainkan
vaginanya dengan jemariku.
"Ehmm.." erangnya saat klitorisnya kuusap-usap dengan gemas.
Erangannya terhenti karena mulutnya langsung kucium dengan penuh gairah.
Tanganku lalu membuka baju seragam sekolahnya. Kuturunkan cup BH-nya
sehingga payudaranya yang besar itu segera mencuat keluar menantang.
"Suka banget sih Mas.. Nyusuin Novi" ucapnya lirih.
"Iya habis susu kamu bagus banget" bisikku.
Desah Novi kembali terdengar ketika lidahku mulai menari di atas puting
payudaranya yang sudah menonjol keras. Kuhisap dengan gemas gunung
kembar gadis cantik ini hingga membuat tubuhnya menggelinjang nikmat.
"Gantian dong Nov" bisikku ketika aku sudah puas menikmati payudaranya
yang ranum.
Kami pun kembali berciuman sementara tangan Novi yang halus mulai
membukai resleting celanaku. Diturunkannya celana dalamku, sehingga
penisku yang telah membengkak mencuat keluar dengan gagahnya. Novi pun
kemudian mendekatkan wajah ayunya pada kemaluanku itu, dan rasa nikmat
menjalar di tubuhku ketika mulutnya mulai mengulum penisku. Sambil
menghisapi penisku, Novi mengocok perlahan batangnya, membuatku tak
tahan untuk menahan erangan nikmatku.
"Ihh.. Gede banget.. Lisa juga pengen dong..". Tiba-tiba aku dikagetkan
oleh suara Lisa yang ternyata entah sejak kapan memperhatikan aktifitas
kami di belakang.
"Pindah aja ke sini" kataku sambil mengelus-elus rambut Novi yang masih
menghisapi penisku.
Lisa pun kemudian melangkah pindah ke bangku belakang. Langsung kuciumi
wajahnya, yang walaupun tidak secantik Novi tetapi cukup manis. Lidahku
dan lidahnya sudah saling bertaut, sementara Novi masih sibuk menikmati
penisku.
"Di.. Bentar ya nanti gantian.." kataku pada Andi yang melotot melihat
dari kaca spion.
"Oke deh bos.." jawabnya sambil terus melotot melihat pemandangan di
bangku belakang mobilku. Setelah puas berciuman, kucabut penisku dari
mulut Novi.
"Ayo Lis.. Katanya kamu suka" kataku sambil sedikit menekan kepala Lisa
agar mendekat ke kemaluanku.
"Iya.. Abis gede banget.." katanya sambil dengan imutnya menyibakkan
rambut yang menutupi telinganya.
"Ahh.. Yes.." desahku saat Lisa memasukkan penisku ke dalam mulutnya.
Dihisapinya batang kemaluanku seperti anak kecil sedang memakan permen
lolipop. Rasa nikmat yang tak terhingga menjalari seluruh syarafku.
Cukup lama juga Lisa menikmati penisku. Sementara itu Novi kembali
menyodorkan payudara mudanya untuk kunikmati. Setelah beberapa lama
kuhisapi payudaranya, Novi kemudian mendekatkan wajahnya ke arah
kemaluanku dan menciumi buah zakarku, sementara Lisa masih sibuk
mengulum batang kemaluanku.
"Nih gantian Nov.." katanya sambil menyorongkan penisku ke mulut Novi
yang berada di dekatnya. Novi pun dengan sigap kembali mempermainkan
kemaluanku dengan mulutnya. Sementara itu, kali ini gantian Lisa yang
menjilati dan menciumi buah zakarku.
Saat itu aku merasa seperti sedang berada di surga. Dua orang gadis SMA
yang cantik sedang menghisapi dan menjilati penisku secara bergantian.
Kuelus-elus kepala gadis-gadis ABG yang sedang menikmati kelelakianku
itu. Nikmat yang kurasakan membuatku merasa tak akan tahan terlalu lama
lagi. Tetapi sebelumnya aku ingin menyetubuhi Lisa. Ingin kurasakan
nikmat jepitan vagina gadis hitam manis ini.
Kuminta dia untuk duduk di pangkuan sambil membelakangiku. Kusibakkan
celana dalamnya, sambil kuarahkan penisku dalam liang nikmatnya. Sengaja
tak kuminta dia untuk membuka pakaiannya, karena aku tak mau menarik
perhatian kendaraan yang melintas di luar sana.
"Ah.." desah Lisa ketika penisku mulai menyesaki vaginanya yang tak
kalah sempit dengan kepunyaan Novi.
Lisa kemudian menaik-turunkan tubuhnya di atas pangkuanku. Novi pun tak
tinggal diam, diciuminya aku ketika temannya sedang memompa penisku
dalam jepitan dinding kewanitaannya. Goyangan tubuh Lisa membuatku
merasa akan segera menumpahkan spermaku dalam vaginanya. Aku berusaha
sekuat tenaga agar tidak ejakulasi terlebih dahulu sebelum dia orgasme.
Sambil menciumi Novi, tanganku memainkan klitoris Lisa.
"Ah.. Terus Mas.. Lisa mau sampai.." desahnya. Semakin cepat kuusap-usap
klitorisnya, sedangkan tubuh Lisa pun semakin cepat memompa penisku.
"Ahh.." erangnya nikmat saat mengalami orgasmenya.
Tubuhnya tampak mengejang dan kemudian terkulai lemas di atas
pangkuanku. Aku pun mengerang tertahan saat aku menyemburkan ejakulasiku
dalam vagina gadis manis ini. Setelah beristirahat sejenak, kami segera
membersihkan diri dengan tisu yang tersedia.
"Mau gantian Di? " tanyaku pada Andi yang tampak sudah tidak tenang
membawa mobilku.
"So pasti dong" jawab Andi sambil menepikan mobil di tempat yang sepi.
Kami pun berganti tempat. Aku yang membawa mobil, sedangkan Andi pindah
duduk di jok belakang. Rencananya dia juga akan main threesome, tetapi
Novi juga ikut beranjak ke bangku depan.
"Aku cape ah Mas.." katanya.
Andi tampak kecewa, tetapi apa boleh buat. Kami pun segera melanjutkan
perjalanan kami. Kudengar suara lenguhan Andi di jok belakang. Lewat
kaca spion kulihat Lisa sedang mengulum penisnya. Karena sudah puas, aku
tak begitu mempedulikannya lagi.
Sesampainya di Bogor, kedua gadis itu kami turunkan di tempat semula,
sambil kuberi uang beberapa ratus ribu serta uang taksi.
"Kalau ke Bogor hubungi Novi lagi ya Mas.." kata Novi manis saat kami
akan berpisah. Kulihat beberapa orang memperhatikan mereka. Mungkin
mereka curiga kok ada dua gadis berseragam SMA di hari Minggu, malam
lagi he.. He..
"Wan.. Gue doain lu dapat banyak proyek deh.. Biar lu traktir gue kayak
tadi lagi.." kata Andi ketika aku turunkan di depan rumahnya.
"Sip deh.." jawabku sambil pamit pulang.
Kukebut mobilku menyusuri jalan tol Jagorawi menuju Jakarta. Aku
tersenyum puas. Yang dulu selalu menjadi obsesiku, kini bisa menjadi
kenyataan. Ternyata hidup itu indah. |
|
|
|