|
Bersetubuh Dengan Aktris Sinetron - 2 |
Kamipun lalu menuju kamar tidur untuk saling memuaskan nafsu birahi
masing-masing. Sesampai di kamar tidur, kulucuti T-shirtnya. Tampak buah
dadanya yang besar dan membusung indah hanya ditutupi oleh BH yang
tampak tak terlalu kecil untuk menampungnya. Kubuka kaitan BHnya di
depan dan buah dada itupun melompat keluar sambil sedikit bergoyang.
"Bagus khan Mas.." katanya sambil memegang buah dadanya sendiri.
"Gila bagus banget San.. Besar dan padat" kataku sambil meraba gunung
kembarnya itu.
"Hisap dong Mas.." pinta Sandra sambil menyorongkan buah dadanya itu ke
wajahku.
Tak perlu buang waktu lagi, langsung kuhisap dengan ganas buah dada
ranum artis sensual ini. Kujilati puting dan kuhisap daging kenyal buah
dada Sandra.
"Ohh.. Sstt.. Oohh.. Sst" erang Sandra nikmat.
Tanganku mulai mengelus-elus pantatnya dan kubuka rok mininya. Akupun
segera membuka seluruh pakaianku. Tubuh Sandra kurebahkan di atas
ranjang. Sambil mulutku terus menikmati buah dadanya, tangankupun
menyibakkan celana dalam G-string yang dipakainya. Kuusap-usap vaginanya
dan kuelus-elus klitoris artis cantik ini. Erangan Sandrapun semakin
keras memenuhi ruangan kamar tidur itu.
"Ohh.. Terus Mas.. Yes.. Oh.. Enak.." desahnya sambil kepalanya
bergoyang ke kanan dan ke kiri.
"Fuck me now please.. Ayo Mas.. Sandra udah nggak tahan" erangnya lagi.
Aku masih menjilati dan menghisap puting buah dadanya yang sudah
mengeras. Sementara tanganku yang sedang mengusap kemaluannya, telah
basah pula oleh cairan gairah wanita muda ini. Aku lalu mengarahkan
kemaluanku pada lubang vaginanya, dan dengan gaya missionary kuperlahan
memasukkan kepala kemaluanku.
"Ohh.. Enak Mas.." katanya ketika sedikit demi sedikit kemaluanku
menerobos vagina sempit artis sinetron ini.
Setelah kira-kira separuh lebih kemaluanku dijepit vagina Sandra, mulai
kupompa tubuhnya. Erangan nikmat Sandra semakin keras terdengar di
sela-sela suara deritan ranjang.
"Oh.. Terus Mas.. Kontolnya enak.. Oh.." racau Sandra.
Kupompa terus vaginanya, sambil kusorongkan dadaku ke mulutnya.
Sandrapun kemudian menghisap puting dadaku. Kamipun kemudian beralih
posisi. Sandra menaiki tubuhku dan mengarahkan vaginanya ke kemaluanku.
Dengan liar dia kemudian memompa tubuhnya naik turun. Buah dadanya yang
besar membusung padat, tampak bergoyang menggemaskan. Terkadang kutarik
tubuhnya sehingga aku dapat menghisapi buah dadanya yang sangat seksi
itu.
"Mas.. Kontolnya besar.. Enak.. I love it.. Fuck me.. Fuck me.. Ahh"
Sandra mengelinjang-gelinjang di atas tubuhku.
"Enak San?' tanyaku.
"Enak Mas.. Ohh.. Oh.. Entotin Sandra terus Mas.."
Kata-kata jorok Sandra membuatku lebih terangsang. Kupegang pinggangnya
yang ramping, dan kusodok-sodokkan kemaluanku lebih cepat lagi. Erangan
Sandra semakin menjadi-jadi. Keringatnya menetes membasahi buah dadanya,
dan membuat pemandangan semakin erotis.
"Sandra sampai Mas.. Oh.." jeritnya saat tubuhnya menegang merasakan
orgasme.
Setelah itu tubuhnya lunglai menimpaku. Kuusap-usap rambutnya dan
kuciumi wajahnya yang cantik sensual itu. Setelah beberapa saat, kucabut
kemaluanku yang masih tegang dari vaginanya, dan kubalikkan tubuh
Sandra. Kunaiki tubuhnya dan kuarahkan kemaluanku pada buah dadanya.
Sandrapun paham apa yang aku mau, dan dia kemudian menjepit kemaluanku
di antara buah dadanya yang kenyal.
"Ahh.. Enak susumu San" erangku menahan nikmat jepitan buah dada artis
cantik ini.
Kugoyang kemaluanku maju mundur merasakan kekenyalan buah dada Sandra.
Memang artis ini terkenal karena buah dadanya yang ranum, dan aku tak
ingin menyia-nyiakannya.
"Ah.. Aku mau keluar lagi San.." erangku tatkala aku hendak mancapai
orgasmeku yang kedua kalinya.
Tanpa berbicara banyak, Sandra langsung melepas jepitan buah dadanya,
dan menarik kemaluanku untuk dikulumnya. Dikocok-kocoknya batang
kemaluanku, dan tak lama akupun kembali mengalami ejakulasi di dalam
mulutnya.
*****
Malam itu aku dan Sandra berniat jalan-jalan sambil makan malam. Kupesan
sebuah limo untuk mengantar kami. Setelah mengantarnya membeli sepatu di
Paragon, kamipun mampir di sebuah Chinese Restaurant, masih di daerah
Orchard juga. Saat makan malam, ada beberapa orang Indonesia yang tampak
berbisik-bisik sambil melihat ke arah kami. Mungkin mereka mengenali
Sandra, yang memang lumayan sering nongol di TV akhir-akhir ini.
Setelah makan malam, kamipun memutuskan untuk berjalan-jalan
mengelilingi kota Singapore. Si sopir limo, orang Melayu bernama Ismail,
mengantar kami mengelilingi kota. Ismail ini masih muda, dan tampak dia
mengagumi kecantikan Sandra. Tampak dari cara dia mencuri pandang ke
arah artis cantik ini. Memang dengan gaun malam yang berdada rendah dan
belahan di samping yang tinggi, pasti mengundang laki-laki manapun untuk
melihat.
"San, si sopir dari tadi ngeliatin kamu terus tuh" kataku berbisik.
"Ah.. Masa sih" jawabnya tertawa.
"Iya tuh.. Lihat aja di kaca spion"
Memang terkadang Ismail melirik kaca untuk melihat Sandra yang duduk di
kursi belakang. Melihat itu, rasa isengkupun muncul.
"Kita godain yuk.." ajakku pada Sandra sambil merengkuh pundaknya.
Kuelus-elus pundaknya yang putih mulus, kontras dengan gaun malamnya
yang berwarna hitam.
"Jangan ah.. Malu" jawab Sandra.
"Nggak apa deh.. Coba aja.." kataku sambil mulai menciumi pipinya.
Sandra kemudian tak menolak dan kamipun berciuman. Ismail tampak makin
sering melirikkan matanya lewat kaca. Sengaja tidak kututup pembatas
yang tersedia.
"Awas. Nanti nabrak gimana" bisik Sandra sambil tertawa.
Kuciumi kembali bibir Sandra, dan kujilati lehernya yang harum.
Kuturunkan tali gaun malamnya, dan buah dadanya yang besar langsung
menyembul keluar. Kuusap-usap buah dadanya, sambil kupandang mata Ismail
yang tampak melotot menyaksikan adegan itu lewat kaca spion.
Perlahan kuciumi buah dada Sandra, sambil memposisikan tubuhnya, agar
Ismail dapat melihat dengan jelas ketika aku menghisapi buah dada
Sandra. Sandra mulai mendesah perlahan ketika puting buah dadanya
kuhisap. Mobil limo pun terasa berjalan makin perlahan. Setelah puas
menikmati buah dadanya, kunaikkan kembali tali gaun malam Sandra, dan
kamipun berciuman kembali.
"Tuh lihat dia udah terangsang San.." kataku.
"Mas Robert nakal ihh.." jawab Sandra manja.
"Kamu gantian dong.. Hisap punyaku" kataku lagi.
Sambil tertawa manja, Sandrapun mulai membuka retsleting celanaku.
Dibukanya juga celana dalamku, sehingga kemaluanku yang sudah tegang
membengkak mencuat keluar. Tangan Sandra yang halus pun mulai
mengocok-ngocok kemaluanku perlahan. Kulihat Ismail menonton adegan kami
dengan penuh nafsu. Aku terseyum padanya sambil mendorong kepala Sandra
ke arah kemaluanku.
"Oh yess.. Suck it baby.." desahku ketika mulut Sandra yang hangat mulai
mengulum kepala kemaluanku. Tangannya yang halus terus mengocok-ngocok
batang kemaluanku perlahan.
"Yes.. Nice.. Good girl" erangku lebih lanjut. Kusibakkan rambut panjang
Sandra yang menutupi wajahnya, sehingga Ismail dapat melihat dengan
jelas tonjolan di pipi Sandra yang disesaki kemaluanku.
"Come on lick it baby.., " kataku lebih lanjut. Sandrapun mengeluarkan
kemaluanku dari mulutnya dan mulai menjilatinya. Sesekali dia menoleh
kearah kaca dan tersenyum menggoda pada Ismail.
Setelah puas dia menjilati kemaluanku, kembali kejantananku dijejalkan
dalam mulutnya. Kuelus-elus rambutnya yang harum, ketika mulutnya
memompa kemaluanku. Setelah puas memainkan kemaluanku, Sandrapun duduk
di atas pangkuanku sambil menghadap ke depan. Kuciumi pundaknya yang
mulus, ketika dia menyibakkan celana dalamnya dan mengarahkan kemaluanku
ke vaginanya.
"Ohh.. So big.. Enak.. Ahh.. Entotin Sandra.. Fuck me.." desahnya.
Kupompa kemaluanku di vagina artis cantik ini, sambil tanganku
menurunkan kembali tali gaun malam di pundaknya. Buah dadanya tampak
begitu menggoda, ketika berayun-ayun saat aku memompa kemaluannya.
Kadang kuremas daging kenyal itu dengan gemas.
Kulirik kaca spion dan tampak Ismail melotot menyaksikan Sandra yang
sedang mendesah-desah nikmat di atas pangkuanku.
"Ohh.. Mas.. Enak Mas.. Yes.. Fuck me.." kata Sandra sambil melingkarkan
tangannya ke belakang merengkuh kepalaku. Kuciumi sebentar bibirnya, dan
kemudian kuhisap buah dadanya sambil terus memompa kemaluannya.
"Ohh yeah.. I like it.. So big.. Yeah" erangan Sandra semakin menjadi,
dan tak lama ia pun menjerit sambil tubuhnya menggelinjang-gelinjang
dalam dekapanku.
Tak lama, akupun mengerang nikmat ketika mengalami ejakulasi dalam
vagina Sandra. Kamipun melepas lelah sejenak sambil berciuman kembali.
"Enak ya Mas" tanya Sandra sambil membetulkan gaun malamnya.
"Luar biasa" jawabku. Akupun kembali mengenakan pakaianku.
"Si sopir enak ya dapat pemandangan gratis" kata Sandra sambil tertawa.
Kamipun melanjutkan city tour dalam mobil itu. Setelah bosan, aku
memerintahkan si sopir untuk kembali ke hotel. Malam itu dan esok
paginya, kami masih melakukan beberapa kali persetubuhan. Kami
melakukannya di ranjang, di sofa, juga di bawah shower sambil mandi
bersama.
Minggu siang aku mengantar Sandra ke airport untuk pulang ke Jakarta.
Aku pulang sore harinya karena masih ada urusan yang harus kukerjakan.
*****
"Pak, sudah ditunggu di ruang meeting" kata Lia lewat telpon.
Kulihat jam tanganku, sekarang sudah jam 10.15. Kuberanjak dari
ruanganku dan menuju ruang meeting. Another boring day has begun.. |
|
|
|