|
Hai.. untuk seluruh
pembaca, penggemar 17tahun.tk perkenalkan aku baru
perdana mengirim cerita sex ini. Ini adalah cerita pengalaman aku
langsung.
Begini ceritanya.
Aku seorang suami
umur 39 tahun dan istriku berumur 40 tahun. Kami
mempunyai anak 2 orang, 1 perempuan dan satu laki-laki. Walaupun kami
sudah berumur tapi kehidupan sex kami sangat memuaskan.
Kami selalu
berhubungan sex. Istrku memang berumur 40 tahun tapi bodynya
tanggung sexy dan terawat masih kelihatan seperti umur 30 tahun.
Aku berpikir untuk
memberikan sesuatu yang lain kepada istriku, yaitu aku
ingin
kami bercinta dengan satu orang lain, bertiga. Dan ini aku sampaikan
kepada
istriku sebut saja namanya Rina. Namaku sendiri Ricky. Pertama-tama Rina
tidak setuju, tetapi setelah ku bujuk-bujuk kukatakan.
"Mah, ini kita lakukan untuk happy kita saja sayang".
"Yah, pah tapikan saya malu bercinta dengan orang yang belum pernah saya
kenal".
"OK, sayang lupakan semua, yang penting saat itu kita mencapai kepuasan.
Bagaimana sayang?", setelah kubujuk akhirnya Rina setuju.
"Terserah papah ajalah."
Aku lalu mencium istrku, dan malam itu kami bercinta dan kami melakukannya
sampai pagi.
Waktu berjalan terus,
sementara aku terus mencari orang yang cocok untuk
kami aja bergabung. Suatu hari aku berkenalan dengan seorang guru
instruktur senam di kota kami. Namanya Herman. Orangnya ganteng umurnya
masih 26 tahun badanya pun sangat atletis. Beberapa kali pertemuan aku
menyampaikan apa rencana kami kepada Herman, dan kulihat dia tidak
terkejut.
"Biasa Mas, aku pernah melakukan ini dengan pasangan lain," cerita herman.
Oh aku sangat senag sekali, ternyata Herman sangat berpengalaman. Maka
kami ataur rencana, Ini akan kami lakukan disalah satu hotel terkenal
dikota
kami.
Hari Sabtu siang Rina
dan aku ngobrol berdua diruang tamu.
"Mah, aku kok rasanya kepengen kita tidur dihotel berdua saja malam ini",
Rina menyambut dengan hangat.
"Boleh juga tuh Mas, hitung-hitung bulan madu," katanya.
Kami sepakat memilih
Hotel "S" untuk menginap nanti malam.
Sesampai dihotel setelah menyelesaikan administrasi hotel, lalu kami masuk
kamar hotel. Rina langsung rebahan diatas tempat tidur yang cukup besar.
Sedangkan aku masuk kedalam kamar mandi untuk menelpon Herman, dan
kami beri tahu nomor kamar dan jam berapa dia harus datang.
Didalam kamar aku dan
Rina ngobrol dan sekali sekali kami berciuman, Aku
meremas payudara Rina dari balik bajunya sambil terus menciumi leher
jenjangnya. Rina mendesah, "aaahh... mas....." sambil berciuman tanganku
masuk kebalik baju yang dipakainya.
"Mas?...... aku mau Mas...!" Rok yaand dipakai Rina sudah naik sampai
memperlihatkan paha Rina yan mulus dan putih, Dan tanganku mengelus-elus
lembut memek Rina dari balik celana dalamnya dan aku merasakan cairan
kemaluan istriku sudah mulai keluar... yah... oh.... terus Mas.....
yahhh...
atatasnya sayang..."
Tiba2 pintu diketuk
dari luar. Kami buru2 merapihkan pakain kami, biasa Rina
sambil ngomel,"siapa sih, ngegangu aja?"
Aku membuka pintu, Herman sudah didepan pintu dengan kaos ktetnya
memperlihatkan tubuhnya yang atletis.
"Siappa pah?" tanya istrku dari dalam.
"Ini kenalkan teman papah, tadi telpon kebetulan dia ada di hotel ini,
jadi
papah suruh mampir saja."
"Ini Rina istriku,"
"Aku Herman mbak," sambil menyalami istriku.
Istriku banyak
diam, mungkin kesel karena nanggung tadi. Sambil memeluk
Rina aku berkata kepada Rina.
"Mah, Herman ini yang akan bergabung dengan kita untuk bercinta. Rina
sedikit kaget, tapi setelah kutenangkan dia dapat menerimanya. Sambil
ngobrol sekali-kali aku mencium Rina, pertama-tama Rina sanagt risih, tapi
lama lama aku dapat merasakan Rina mulai terbiasa, malah membalas ciuman
aku. Herman tersenyum melihat kami berciuman. Aku melihat istriku melirik
Herman pada saat kami berciuman. Hernan masih duduk disofa sementara
kami duduk dipinggir tempat tidur berpelukan menghadap kesofa dimana
Herman duduk. Samil berciuman aku meraba-raba paha mulus istriku. Dan
Rina melebarkan kakinya sehingga Herman dapat dengan jelas melihat paha
bagian dalam Istriku dan celana dalam Rina. Herman berdiri menghampiri
kami dan jongkok didepan kami. Sementara aku dan Rina terus berciuman dan
pelan aku membuka satu persatu kancing kemeja Rina, dan terbukalah
dadanya dengan BRa warna hitamnya. Tiba-tiba Rina tersentak, Rupanya
Herman menciumi paha istriku, Rina menegang jilatan Herman terus
merambat keatas menyentuh celana dalam istriku. Sementara aku sudah
melepas beha Rina dan menciumi sambil menjilati puting teteknya.
"ooooohhh..... yahhhhhh... enak enak Her......jilati memek mbak Her...???"
MUlut istriku terus merengek-rengek meminta Herman untuk menjilat
memeknya. Aku merebahkan Rina ditempat tidur sementara kakinya masih
menjuntai kebawah dan Herman terus menjilat dan menciumi selangkangan
istriku. Rina melebarkan kakinya dan meminta Herman untuk membuka celana
dalamnya.
"Iyah.... terus Her.... buka celana dalam Mbak.... jilati memek mbak
oooohh....
Mbak mau kontol mu......."
Herman lalu membuka celana dalam Rina..... dan kelihatanlah memek istriku
dengan bulu yang rapih terawat dan berkilat, menandakan Rina sudah sangat
terangsang.
Istriku sekarang
sudah telanjang didepan dua laki-laki yang siap untu
memberikan kepuasan kepadanya. Rina tergolek pasrah sementara kakinya
tetap menapak di lantai sehingga memeknya menjadi lebih kelihat menonjol
keatas. Herman berdiri lalu membuka kaosnya, kelihatan dadanya yang bidang
ditumbuhi bulu, Istriku memeandang nanar, Herman juga membuka celana
panjangnya. Otomatis Herman hanya memakai celana dalam saja, dan
kontolnya yang belum tegang menonjol dan kelihatan jelas dimata istriku.
Dan
Rina terus melihat kebawah. Sambil berkata "Her...?Mbak mau kontol kamu!
Puaskan Mbak Her........" Rina Bangkit dari tempat tidur lalu jongkok
didepan
Herman.
Istriku menciumi
kontol Herman dengan bernapsu..... lalu Rina menurunkan
celana dalam Herman, maka kelihatanlah kontol Herman begitu dekatnya
denga muka Istriku. Rina menjilati kontol Herman mulai dari pangkal sampai
ujungnya. Terus berulang-ulang.
"ohhhhh.... enak Mbak .... enak sekali lidah kamu Mbak.." erang Herman.
Istriku memasukan kontol Herman kedalam mulutnya berulang kali.
"Ahhhhh enak..... sekali Mbak" sambil tangan Rina mengocok-ngocok kontol
Herman. Lalu Herman menngajak Rina berdiri. Lalu mereka berciuman sambil
berdiri shhhhh...suara ciuman mereka sampai kekupingku aku terpancing,
lalu
menghampiri mereka. sambil jongkok dibelakang Rina, aku menciumi pantat
rina sambil tanggan ku meraba-raba memek sitriku yang sudah basah....
merekaterus berpelukan sambil berciumana sementara aku menciumu pantat
istriku..........
Tiba-tiba rina
istriku menungging mengapai kembali kontol Herman dan
dimasukannya kedalam mulut "acchhhhhh, Herman mengerang.... sementara
aku menjilati memek Rina dari belaakng, sekali jari-jariku keluar masukan
kedalam memek RIna.
"yahhhhh... terus Mas... masukkan jarinya Mas... Rin... ga tahan......
terus...
yang dalam......... Entot saya.... her..... Mbak Mau kontolmu... masukkan
kontol kamu kedalam memek MBak..... aaaccchhh... ssssssssshhhh.."
Kami berganti posisi.
Aku rebahan di kasur sementara istriku menungging
sambil menjilati kontol ku..... dari belakang Herman sudah siap-siap
memasukan kontolnya yang sudah tegang kedalam memek istriku. Heramn
mengosok-gosokan kontolnya kebelahan memek istriku.
"yahhh.... masukan Her... Mbak sudah ga kuat....... entot Mbak Her...
Puaskan
Mbak....." pelan kepala kontol Herman mulai masuk kedalam memek Rina ....,
"sssshhhh..." Rina menegang ketika kontol Herman yang sudah tegang
pelan-pelan masuk kedalam memeknya istriku. Herman berhenti sebentar, lalu
pelan kembali menekan kontolnya masuk kedalam memek Rina kembali
.Tubuh istriku bergetar.... ssshhhhh..... ohhhhhh... enak sekali her.....
masukan terus yang dalam oooohhhhh hangat.... kontolmu hangat sekali
Her........"
"yahhh...Mbak ?...memekmupun berdenyut Mbakk....." herman pelan menarik
keluar kontolnya dan memasukannya kembali.
"Accchhhhh..... terus Her... yang kuat terus..... entot Mbak...... siram
rahim
Mbak dengan mani kamu....." Herman semakin memaju kontolnya dan
semakain cepat...... mbakkk.... mau keluar Her......... oh... mBak ga
tahan....
Mbak ga tahan......." istriku menggelepar-gelepar.
"Oohhhh... acccchhhh..... saya keluar.... saya keluar.....
ahhhhhhhhhhhhhh........." istriku menegang, sementara Herman terus memaju
kontolnya keluar masuk memek istriku. Istriku RIna tengkurap ditempaat
tidur
nafasnya memburu, sementara Herman tetap diatas tubuh Rina dan
membiarkan kontolnya tetp tertancap didalam memek istriku sambil
merasakan denyutan memek Rina meremas remas kontolnya. Lalu pelan pelan
Herman mencabut kontolnya dan kembali memasukannya. Rina tersentak,
"ohhh.... enak sekali kontolmu Her... ohhhh... terus... Her.... Mbak mau
Lagi...... Mbak mau kontol mu lagi........... Mbak mau di entot
berdiri.....
Ayo..... Mas entot saya.... puaskan saya......... Rina mau kontol kalian
berdua...."
Rina berdiri di peluk
Herman dari belakang sementara aku jongkok menjilati
memek Istriku yang sudah sanagt basah, sambil menjilati memek nya jariku
masukan kedalam.
"Yaahhhh enak Mas... terus jilati memek Rin......" Herman dan Rina
berciuman.... sementara aku terus menjilati memek Rina. Kontolku semakin
menegang aku sudah ga tahan, lalu aku melebarkan kaki Rina sambil berdiri
aku memasukkan kontolku kedalam memeknya. Berdiri adalah posisi favorit
istriku. Aku memutar-mutar pantataku sehingga jembutku bergesekan dengan
itil bagi atas istriku.
"Oohhhh yyahhhhh.... kena mas... gesek-gesek terus... oohhhhh enak
mas.....
kontolnya..... ayoh Mas kita keluarkan sama-sama....... rina hampir....
achhhhh..."
Rina terus
mengoyang-goyangkan pantatnya sambil berciuman dengan
Herman sementara aku terus memacu kontolku semakin cepat. Herman terus
meremas-remas tetek Istriku.
"Aachhhhhh....
oohhh.. aku keluar mas....... mbak keluar lagi Her...... ohh
enakks..." Seeerrrr. Aku ikut menegang dan Crottttt......... kami berdua
keluar
bersama-sama.
"Ohhhhhh...." istriku terkulai dipelukan Herman.
"Achhhh.. ohhh.." aku mencabut kontolku dari memek Rina, sementara Rina
masih terkulai dipelukan Herman. Kedua tangan Rina merangkul lehar
Herman. Kontol Herman masih sangat tegang karena memang dia belum
keluar,
"Sambil berbisik... Mbak aku mau entot mbak... aku belum keluar... ahhh.
Apa
masih kuat mbak...?" tetap merangkul Herman lalu istriku mencium bibir
Herman, sambil bergayut dia melingkarkan kakinya kepinggang Herman.
"Blessssss...." masuklah kembali kontol Herman kedalam memek Istriku,
sambil berdiri mereka berpacu mencapai puncak kenikmatan.
"Yahhhhh.... enak kontolmu Her..... terus masukan yang dalam... kontolmu
hangat...... puaskan mbak" mereka berpacu semakin cepat.
"Her mbak gak kuat mau keluar lagi..... achhhhhh......"
"Iyah mbak aku juga mau oooohohhhh... achhhhhh... terus... mbak
keluar.....
ohhhhhhh crooottttachhhhhhh".
Kedua tubuh itu menegang dan berpelukan sangat eratnya.
Kami sangat puas sekali. |